e-portofolio sesi 9

Juni 9, 2010

Setelah bekerja selama empat bulan sebagai seorang pendamping dengan guru,maka menurut saya strategi dan kecakapan pendampingan yang paling penting yang telah saya pelajari sebagai refleksi saya dari bacaan-bacaan dan dan pengalaman saya sendiri silahkan klik: Mindmaster Saya

Perubahan besar yang saya lihat antara kedua peta tersebut dalam pemahaman saya tentang proses pendampingan adalah : Membantu guru mengartikulasikan dan mengembangkan tujuan-tujuan profesional. untuk melakukan hal ini pendamping akan fokus pada megamati dan menilai kebutuhan para para guru pada setiap pertemuan kelompok dan dengan menggunakan pendekatan backword desigen (desain mundur) sehingga kita dapat memulai untuk menaksir kebutuhan guru dan usaha pencapaian tujuan profesional yaitu penerapan model pembelajaran satu komputer .faktor perhatian pada tingkat kolaborasi dan memahami perubahan pada guru dampingan untuk memberanikan diri menyentuh komputer sebagai langkah awal dalam persiapan menggunakan satu komputer untuk di kelas masing – masing guru dampingan .

Bekerja dengan guru untuk merencanakan kegiatan dan menemukan sumber-sumber daya untuk melaksanakan tujuan mereka dapat dilakukan dengan memanfaatkan web dan sumber belajar yang ada di sekolah dampingan masing-masing berupa akses internet dan perangkat ICT.

Mendukung pelajaran dan pengembangan profesional guru; melakukannya dengan pendekatan pendampingan “pelepasan bertahap” (gradual release) (Pearson dan Gallagher, 19830 yaitu:

1) Saya melakukannya dan Anda mengamatinya (di mana pendamping memperagakan praktek-praktek penagjaran).

2) Saya melakukannya dan Anda membantunya (contonya, di mana pendamping memimpin proses perencanaan sebuah kegiatan, dengan dibantu oleh para guru

3) Anda melakukannya dan saya membantu (pengajaran bersama)

4) Anda melakukannya dna saya mengamatinya (pembelajaran solo atau mandiri)

Memonitor kemajuan guru dan memberikan feedback; dilakukan dengan mengambil satu langkah ke belakang dan mengamati para guru berupaya untuk menerapkan versi mereka atas kegiatan berbasis siswa dengan menggunakan satu komputer yang mereka pilih untuk kelas mereka. Saya mengamati sesi mereka, menilai kegiatan yang mereka lakukan dan memberikan umpan balik. Penilain dimaksudkan untuk membantu para guru mengenali dan kemudian mengembangkan kekuatan dari kegiatan ini dan berusaha untuk memperbaiki area-area yang masih perlu perbaikan.

Memberikan bantuan terus menerus selama implementasi pelajaran,dilakukan dengan membantu persiapan guru dampingan untuk mengajar di kelas dengan kegiatan siswa yang menggunakan satu komputer,membantu menerapkannya,mengamati dan memberikan umpan balik terhadap kegiatan satu komputer mereka.

Meletakkan dasar bagi komunitas guru yang supportif akan perubahan ini, dilakukan dengan bantuan pengetahuan dan keterampilan penggunaan satu komputer di kelas.

Rencana aksi sekolah dampingan kami yaitu:
Kepala SDN 28 Tumampua II Pangkajene berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan ini dan dibahas dalam rapat guru pada 5 juni 2010 dengan dengan menentukan guru – guru yang akan didampingi oleh masing- masing guru dampingan yaitu:

* Hj Fatimah sebagai guru dampingan kelas satu akan mendampingi H.Bahriah
* A.Ratna Manikam guru dampingan kelas II akan mendampingi Ibu Andriana
* Hasnawati guru dampingan kelas III akan mendampingi Ibu Hadiana
* Wahidah guru dampingan kelas IV akan mendampingi Hj.Najemiah
* Ramlah guru dampingan kelas V akan mendampingi Wahdah

Rencana ini akan dilaksanakan pada tahun pelajaran baru dengan pertimbangan tidak mengganggu proses pembelajaran masing-masing pendamping dan guru dampingan kemudian guru dampingan ini sama tigkat kelasnya dengan pendamping tapi kelas yang berbeda karena di SDN 28 ada tiga kelas untuk setiap tingkatan.Komitmen ini dilaksanakan dengan syarat tidak meninggalkan kelas saat proses pembelajaran.jadi berupaya dilakukan pada jam-jam kosong yaitu waktu istirahat dan guru bidang studi yang mengajar dikelasnya yaitu pada pelajaran penjas dan agama.

Dukungan yang dibutuhkan untuk meneruskan program pendampingan ini adalah dalam hal memfasilitasi guru dampingan dan pendamping akan keterampilan menggunakan ICT dan pemahaman bahan kursuss guru dampingan terhadap rekan guru lainnya.Terutama desain pembelajaran untuk pembelajaran satu komputer di kelas.

Refleksi tertulis yang telah saya tulis sejauh ini pada: ide tentang pendampingan dengan perasaan bangga bermitra dengan rekan guru dan kepercayaan akan sebuah perubahan yaitu pembelajaran aktif dengan menggunakan satu komputer di kelas dengan rancangan pembelajaran desain mundur yang dilengkapi asesmen dan rubrik penilaian sesuai model pembelajaran yang dipilih da disesuaikan dengan materi pelajarnnya.

Temuan yang paling umum yang ditunjukkan oleh awan kata saya adalah kata ” desain mundur,coteaching,desain mundur,pendampingan,guru dampingan,umpan balik,satu komputer,solo teaching,RTL”.12

Makna hal tersebut berkaitan dengan pemahaman saya tentang proses pendampingan,perasaan yang saya alami sebagai seorang pendamping dalam awan kata ini tidak ada yang membuat saya heran / terkejut karena semuanya adalah unsur dalam pendampingan yang saya telah lakukan dari sesi satu sampai sembilang.Bahkan yang saya dapatkan waktu pelatihan di SOLO.

<a href="Wordle Gambar“>

E portofolio sesi 8

Juni 1, 2010

untuk merefleksikan kegiatan yang kami lakukan bersama guru dampingan silahkan kelik disini http://www.youtube.com/watch?v=cIp2V34puOg perbedaan yang dapat saya lihat antara kegiatan co-teaching dengan kegiatan solo ini—dalam tingkah laku guru, pengorganisasian kegiatan, komunikasi dengan siswa, dll.?adalah Sbb:

  • Pada kegiatan koteaching guru masih nampak kaku dan kurang percaya diri karena merupakan pembelajaran pertama menggunakan komputer dan selalu khawatir akan kemampuannya dan penuh tanda tanya di benaknya apakah bisa mengajar dengan menggunakan satu komputer dengan jumlah siswa yang banyak.
  • Pada kegiatan solo teaching guru suda tampil beda dia melakukan dan mengelola pembelajarannya dengan sendiri dan serba terencana karena sudah ada pengalaman dan umpan balik yang sudah direvisi untuk tampil maksimal dan melakukannya sendiri.
  • pada kegiatan koteaching guru masih membutuhkan bantuan dalam pengorganisasian kegiatan – kegiatan yang harus dilakukan siswa . Guru masih perlu bantuan bagaimana berkomunikasi dengan siswa terutama dalam mengimplementasikan instrusi-instruksi setiap kegiatan yang harus dilalui oleh siswa pada setiap kelompok.
  • pada kegiatan solo teaching guru sudah mampu semua melakukan sendiri kami sebagai pendamping tinggal mengobservasi dan mengamati setiap kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa. Hanya ada catatan kecil pada pojok komputer disini guru belum bisa secara maksimal menggunakan komputer masih ada bantuan sedikit dan tidak untuk semua soft Were hanya soft were tertentu.Kami sebagai pendamping sempat memikirkan bahwa hal ini bisa diatasi dengan memberi motivasi pada guru dampingan untuk lebih banyak latihan menggunakan komputer hal ini bisa tercapai jika kesadaran dan kemauan guru itu sudah ada dan merasa hail ini adalah kebutuhannya, jadi mau-tidak mau dia akan beradaptasi.

Setelah saya melihat rubrik tuannya maka saya mengambil kesimpulan bahwa guru dampingan kami sudah mencapai wow karena sudah mampu mengajar dengan menggunakan komputer dan merangcang pembelajarannya sesuai model pembelajaran yang akan diadosi oleh masing-masing guru dampingan tersebut.

Rubrik ini berfungsi untuk mengevaluasi diri apakah dia (guru dampingan sudah mencapai atau belum tujuan yang ditentukan pada sesi yang telah dilaluinya dimana guru rata-rata menuliskan tujuannya mampu mengajar dengan menggunakan satu komputer dan saya kira itu sudah
terwujud dengan selesainya melakukan kegiatan solo teaching.

Mengenai perubahan yang dibuat guru ke arah tujuannya ketika ia melewati proses perencanaan/co-teaching/solo teaching? yaitu nampak pada kemampuan guru menggunakan satu kompter dalam pembelajarannya dan tidak takut lagi menyentuh komputer bahkan sudah bisa berkomunikasi melalui facebook dan mencari sumber belajar di internet walaupun itu belum untuk keseluruhan guru dampingan kami tergantung dengan kebutuhan dan kemauan guru itu untuk berubah.Tapi paling tidak guru dampingan kami sudah ada motivasi tinggal di genjot dan diberi pendekatan yang bersahabat agar rasa percaya dirinya bisa tumbuh dengan subur untuk berubah.

sebagai pendamping saya menggunakan rubrik ini untuk menuntun saya dalam mendampingi bersama mitra pada guru dampingan kami di SDN 28 Tumampua II Pangkajene .Tindakan yang telah saya lakukan untuk membantu guru tersebut mancapai tujuannya yaitu : membantu guru dampingan menyusun desain pembelajarannya,menggunakan komputer untuk mencari sumber belajar,memberi umpang balik pada kegiatan coteaching serta melengkapi kembal desain pembelajarannya sesuai umpan balik yang di dapatkan dari mitra guru pada kegiatan open kelas.

Memang betul apa yang bapak katakan, guru dampingan kami memang sudah mencapai WOW nya seperti yang seperti yang dituliskan di rubrik penetapan tujuannya. Namun itu bukan berarti sudah menguasai semua software pada komputer. Guru dampingan kami masih membutuhkan banyak bantuan untuk menguasai itu tapi dengan keberhasilannya mencapai tujuan yang ada pada rubriknya itu adalah merupakan suatu angin segar bagi kami sebagai pendamping karena saya menyadari diri saya juga sebagai pendamping masih membutuhkan banyak bantuan dan latihan serta dukungan untuk mendampingi guru-guru dampingan kami.

Ketika saya melakukan observasi maka sempat terlintas di benak saya cara baru yang dapat meningkatkan strategi dan teknik yang dapat dilakukan guru-guru dampingan kami adalah harus banyak berlatih dan memberanikan diri untuk mengoperasikan komputer supaya tidak kaku. Dan harus meluangkan waktu untuk belajar tidak boleh menjadi alasan tidak ada waktu untuk belajar , karena siswa sudah beradaptasi dan sudah sangat pintar mencari sumber belajar melalui internet.

Terus terang pak Ris guru dampingan kami sangat sulit meluangkan waktunya untuk belajar menggunakan komputer dan inilah yang menjadi PR saya khususnya sebagai pendamping walaupun sesi-sesi pendampingan ini berakhir. Bagaimana dengan bapak apakah masih bersedia untuk membimbing kami khususnya saya sebagai ujung tombak . Hal ini saya mau lakukan untuk melakukan gebrakan disekolah kami karena alangkah ketinggalannya guru-guru teman kami kalau tidak mampu menggunakan komputer .

saya menyadari betul dan sangat prihatin karena guru-guru kami di SDN 28 masih banyak yang tidak mau menyentuh komputer khususnya tenaga-tenga ahli (guru senior) padahal dialah yang beraktifitas penuh di kelas apalagi dengan menyandang gelar sekolah unggulan dan persiapan bertaraf internasional.

Demikianlah yang sempat saya kemukakan bagaimana dengan rekan-rekan dan bapak mentor mohon bantuannya agar kami khususnya di SDN 28 bisa berubah kepembelajaran yang berbasis ICT dengan menggunakan satu komputer di kelas?

e-portofolio sesi 7

Mei 31, 2010

Diary Foto telah kami buat dengan memilih foto yang menggambarkan proses kerja kami bersama para guru dampingan di SDN 28 Tumampua II Pangkajene Kab. Pangkep selama ini. Foto yang kami pilih lebih dari 10 karena di sesi awal telah di upload di Flickr yang menggambarkan elemen dari “Siklus Pendampingan” dan menampilkan Kami dalam berbagai peran bersama para guru.

Setelah Kami menyelesaikan langkah diatas, Kami telah memilih opsi Picsviewr sebagai tugas lanjutan membuat layout foto yang menarik.
Silakan anda mengunjungi situs ini: http://www.picsviewr.com/photos/hamsinagassing/wall/sd
Bagaimana dengan rekan lainnya?

e-fortofolio sesi 6

Mei 31, 2010

Saya bersama mitra pendamping NurNajmi melaksanakan kegiatan ini pada tanggal 14-15 apri 2010 dengan kegiatan memperlihatkan vidio hasil co-teaching masing-masing guru dampingan untuk direfleksi kemudian kami memberikan umpan balik dengan mengajukan beberapa pertanyaan terbuka sehingga guru dampingan kami tidak merasa dihakimi akhirnya dia bisa mengemukakan masing-masing kepada kami dimana letak rancangan pembelajarannya yang perlu diperbaiki dengan mencocokkan pengalamannya waktu coteaching .

Guru dampingan kami mengemukakan pula beberapa alasan dengan merefleksi kegiatan siswa misalnya mengapa siswa saya berbuat begitu ? kami hanya mengajukan pertanyaan lebih lanjut akhirnya dia dapat sendiri jawabannya dengan cara memeriksa kembali instruksi-instruksi pada lembar kerja siswa yang ia sudah rancang.

Selanjutnya pada pendampingan berikutnya kami laksanakan pada tanggal 21-22 april 2010 bersama mitra pendamping Nurnajmi kegiatan yang kami lakukan adalah merekam hasil diskusi kami bersama setiap guru dampingan dengan mengajukan beberapa pertanyaan terbuka tentang kegiatan co-teachingnya. misalnya :
Bagaimana dengan pengajaran ibu pada kegiatan co-teaching ?
Bagaimana dengan kegiatan siswa -siswa ibu ?
Apa sesuai yang ibu harapkan pada tujuan yang ibu rancang ?
Diman letak keberhasilan dan kekurang berhasilan ibu?
Mengapa bisa begutu?
Kira-kira apa masalah dan kendalanya?
Bagaiman kira-kira cara mengantisifasinya? dan seterusya.

Setelah kami banyak berdiskusi demikian ada 2 guru dampingan kami bersedia mengulangi co-teachingnya yaitu pada minggu pertam ibu Ramlah dan pada hari kedua adalah ibu Andi Ratna Manikam.Dan ada 2 guru dampingan kami yang selalu mencobakan pada pembelajarannya dengan rancangannya tersendiri yaitu ibu Hasnawati dan Wahidah termasuk selalu mengutak ngatik Laptopnya untuk belajar ICT.

Namun demikian kami sebagai pendamping dan juga guru dampingan ,banyak sekali hambatan yang kami alami misalnya:
Persoalan siswa jika ditinggalkan demi diskusi hasil co-teaching,dan yang lain -lainnya sejak sesi awal sampai sekarang.
Terkadang kami mendapat kata-kata yang kurang enak dari pimpinan namun demikian kadang juga direspon baik dan kurang baik namun demikian kami tetap menjalankan amanah ini karena kami yakin bahwa yang kami lakukan adalah untuk perubahan pada teman-teman guru kami di SDN 28 Tumampua II Pangkajene dimana anak-anak didiknya sudah ada 1-5 orang setiap kelas yang dengan bebasnya membawa dan membuka Laptonya disaat-saat istirahat.

Inilah yang selalu kami jadikan alasan untuk memberi motivasi kepada guru-guru dampingan kami agar dia tetap semangat untuk belajar-dan belajar karena dengan menggunakan komputer dalam pembelajaran siswa sangat tertarik dan senang dalam mengerjakan tugas-tugasnya.

SESI 5

April 21, 2010

Mengacu ke persyaratan tugas e-portofolio yang ada, maka Kami telah mulai menyusun beberapa artifak berikut ini:

1. Matriks Peran dan Tanggung Jawab Co-teaching yang telah diselesaikan seluruhnya. Secara singkat matriks ini menjelaskan bagaimana memperlihatkan hubungan kerja Kami dengan Ibu Hasnawati. Kami dan guru tersebut menemukan kesulitan pada ranah-ranah pelaksanaan co-teaching, karena pada saat co-teaching kami sebagai observer dan guru lain yang menyaksikan coTeaching tersebut yaitu guru B. Inggris dan Pendidikan Agama Islam. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, Ibu Hasnawati dibantu oleh dua guru dampingan lainnya (Ibu Wahidah dan IBu Hj. St. Fatimah) berbagi peran dalam pelaksanaan co-teachng tersebut.

2. Formulir Observasi Melalui Video yang telah diselesaikan dari kegiatan yang menurut Kami merupakan kegiatan yang kurang sukses di antara kegiatan co-teaching yang lain. Yang menyebabkan kegiatan ini sulit adalah penyesuaian waktu dengan guru dampingan sebagai guru kelas di SDN 28 Tumampua II dengan kegiatan padat dan tidak ada yang menggantikan peranan di Kelas jika guru mengadakan pertemuan dan hal ini sangat menjadi dilema baik bagi kami sebagai pendamping dan guru dampingan apalagi jika kelas ada lima yang kosong . Kami akan menghadapi kesulitan ini pada sesi-sesi co-teaching yang akan datang karena untuk memaksimalkan koordinasi antara kami dengan guru dampingan.

3. Llink atau tautan ke contoh video yang berdurasi 30 detik dan diskusi (dari VoiceThread) dari kegiatan yang menurut Kami kurang sukses di antara kegiatan co-teaching yang lain. Kegiatan ini sulit karena kami harus menyesuaikan waktu dengan kegiatan guru-guru dampingan. Umpan balik yang Kami terima dari kolega online Kami yang dapat membantu ketika mengadakan kegiatan-kegiatan co-teaching pada masa yang akan datang yaitu: “perlu adanya pembagian peran yang jelas antara kami sebagai pendamping dengan guru dampingan.

Dan yang paling penting adalah komitmen atas peran dan tanggung jawab antara pendamping dan guru dampingan yang telah kita sepakati.Dan mau meluangkan waktu walau sesibuk bagaimanapun.

SESI 4

April 21, 2010
Pada kesempatan ini baiklah saya akan memaparkan apa itu Co-Teaching ? Menurut pemahaman saya Co-Teaching itu adalah mengajar bersama yang melibatkan dua atau lebih pengajar di dalam satu kelompok siswa dimana keduanya berbagi tanggung jawab pembelajaran di suatu kelas,bidang studi,dan dalam waktu tertentu .Mengenai tingkat tanggung jawab kedua guru tersebut bisa berbeda dalam suatu proses pengajaran bersama serta kedua guru tersebut sama-sama merencanakan,mempraktekkan,melaksanakan,dan mengevaluasi pelajaran secara bersama-sama dan mereka berdua mengumpulkan pengetahuan,pengalaman,dan sumber daya yang dimiliki termasuk tanggung jawab bersama atas proses pembelajaran tersebut.

Manfaat yang potensial menurut saya adalah :

1. Terjalin kerjasama antara guru dampingan dan pendamping dalam merancang dan
mensimulasikan RPP
2. Saling menyampaikan kekurangan dan kelebihan dalam penerapan isi yang dirancang dalam

RPP

3. Saling memberikan ide bagaimana mengatasi hambatan dalam penerapan Rpp desain

mundur yang direncanakan dan diajarkan bersama dengan tanggung jawab berbeda.
4. Guru dampingan dan pendamping mengevaluasi bersama mengenai

pengetahuan,pengalaman ,dan sumberdaya yang dimiliki masing-masing termasuk tanggung

jawab bersama dalam proses pembelajaran.

Sedangkan kekurangannya adalah:
1. Koordinasi biasanya tidak nyambung atau kurang pas karena berbagai kesibukan antara guru
yang satu dangan yang lainnya.
2. Kerjasama kolaboratif termasuk tatap muka biasanya sulit terlaksana apalagi kemandirian
positif yang berhubungan dengan teknologi sulit di implementasikan karena berbagai alasan.
3. Sulitnya guru dampingan dan pendamping meluangkan waktunya untuk co-Teaching karena
adanya tugas pokok walaupun sudah ada kesepakatan. jadi pendamping betul-betul
kewalahan dengan kata lain mengunjungi satu persatu untuk berkomunikasi.namun sudah
ada tanggung jawab masing masing.

Adapun alasan mengapa saya memilih model untuk Co-Teaching karena menurut Corner Ston Tim Co-Teaching harus berbagi kepercayaan satu sama lain yang dapat membimbing praktek kami bersama, memungkinkan kami bekerjasam secara eeefektif,relasi frofesional bisa dibangun atas kebersamaan,kesetaraan,komunikasi dan saling percaya.
Masalah kendali tugas ,saya memberi kepercayaan sama guru dampingan dan yakin akan berbuat yang terbaik untuk tim dan pendamping selalu memberi dukungan .
Mengenai kerelaan saya tentang aspek-asfek pengajaran yang kurang cakap yang dilakukan kolega .Menurut saya hal itu bukan masalah karena jika ada umpang balik dari kolega / guru saya akan jadikan bahan instrofeksi diri untuk pengembangan skill pembelajaran saya di kelas.
Mengenai kendali saya bersifat terbuka untuk pengembangan profesi dan kompetinsi diri saya pribadi khususnya.
Mengenai komunikasi : saya sebagai pendamping dengan penuh kesabaran selalu berkomunikasi dengan guru dampingan dan mitra dengan cara mengunjungi satu persatu di kelasnya untuk saling tukar ide mengenai Co-Teaching.

sesi 3

April 21, 2010

Disesi tiga ini kami bersama guru dampingan mencari sumber belajar pada situs-situs yang bermanfaat untuk pembelajaran di kelas yang sangat membantu para guru dampingan untuk menambah koleksi reperensi bahan pembelajarannya di kelas . Silahkan mengunjungi diigo saya

Kami sebagai pendamping baru tahap belajar jadi kurang lebihnya tampilan kami didiigo mohon dimaklumi dan tanggapan dari rekan-rekan serta bapak montor sangat saya butuhkan untuk perbaikan saya pribadi dan rekan-rekan guru dampingan.

sesi 2

April 21, 2010

Berdasarkan beberapa informasi tentang Bagaimana memfasilitasi sebuah pertemuan yang menjelaskan bahwa fasilitasi itu adalah proses membawa satu kelompok melalui cara pembelajaran, atau berubah dengan cara yang mendorong semua anggota kelompok tersebut, untuk berpartisipasi.

Kegiatan ini dapat dilihat pada rencana rapat planner,silahkan kelik disini

Untuk memfasilitasi diperlukan keterampilan seorang fasilitator antara lain:

  • Mampu mendorong para guru untuk bergerak kea rah sasaran professional yang diinginkan
  • Mengarahkan diskusi dan interaksi agar bermakna dan menciptakan diskusi yang kaya ide
  • Tetapkan waktu yang cukup ndan alur yang nyaman untuk setiap rapat, diskusi dan likakarya
  • Mampu mendengarkan secara aktif
  • Berkomunikasilah dengan jelas
  • Periksa apakah semua peserta sudah paham apa yang anda katakan
  • Buatlah rangkuman dan tarik kesimpulan dari berbagai ide yang berbeda
  • Berfikir dan bertindaklah kreatif
  • Buatlah keterkaitan antara pemikiran para guru
  • Bantulah para guru untuk mengatasi ketakutan dan resistensi mereka
  • Kelola harapan orang lain
  • Doronglah agar terjadi saling tukar ide dan kerjasama
  • Atur agar ada keseimbangan organisasi dan persiapan bagi fleksibilitas
  • Jagalah waktu agar semua tahapan dapat terlaksana, tanpa terkekang olehnya
  • Ketahui kapan memberikan jawaban untuk satu pertanyaan, dan kapan membiarkan para guru menemukan jawabannya sendiri

Terlampir langkah-langkah dan strategi yang efektif

Selanjutnya Dalam proses mendengarkan secara aktif saya akan mengulas perbedaan antara Pengabutan dan pemantulan . Pengabutan (fogging) adalah memparafrase yang menyertai mendengarkan, mendengarkan secara aktif, memparafrasekan sinyal yang ingin anda fahami dari perasaan orang lain. Parafrase mengingatkan pembicara bahwa anda menghargai atau paling tidak memahami pikiran lawan bicara anda. Pengabutan adalah saat anda mengahluskan pernyataan yang kasar dan merubahnya menjadi “kabut”. Dalam pengabutan anda memparafrasekan persepsi “penyerang” yang tidak anda setujui. Pengabutan biasanya diikuti oleh pertanyaan negatif.

Contoh dialog singkat tentang Pengabutan

Guru : Anda menyarankan pembelajaran menggunakan satu computer dalam kelas yang tidak dapat membantu saya mengaktifkan siswa

Pendamping : Jadi menurut anda pembelajaran satu computer itu tidak efektif?

Guru : Ya, memberi kesempatan siswa lainnya diam dan berlomba untuk menggunakannya. Bagaimana cara

mengatasinya?

Pendamping : Menurut saya belajar dengan menggunakan satu computer sangat efektif

Pendamping : Bagaimana kita dapat bekerja sama untuk membuktikan bahwa pembelajaran satu computer itu sangat efektif.

Pemantulan (mirroring) memungkinkan anda untuk mengekspresikan empati pada pembicara dengan mengungkapkan kembali apa yang dirasakan oleh pembicara tersebut, dengan nada suara yang sama, mengulang kalimatnya kata perkata, sambil anda memantulkan kata-kata dan nada suaranya, cobalah lakukan inferensi (pengambilan kesimpulan sementara) apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh pembicara tersebut dan asumsikan bahwa pembicara tersebut sedang mencari jalan keluar bagi masalahnya.

Contoh dialog singkat tentang Pemantulan (mirroring)

Tentang Pengorganisasian

Guru : Saya merasa tidak ada waktu istirah atuntuk kegiatan yang harus kita kerjakan

Pendamping : Jadi ibu merasa tidak ada waktu untuk kegiatan pembelajaran kelompok yang harus kita laksanakan?

Guru : Ya, saya merasa tidak ada lagi waktu melaksanakan pembelajaran kelompok, yang harus selalu memantau siswa bekerja

Pendamping : Anda merasa tidak ada waktu untuk melaksanakan pembelajaran kelompok sementara anda dianjurkan melaksanakannya?

Guru : Benar sekali Bu

Pendamping : Adakah cara lain melaksanakan pembelajaran tanpa kerja kelompok

Guru : Ya,

Pendamping : Mari kita pikirkan pembelajaran lain yang tidak membebani saudara..

Menurut pendapat saya dialog pengabutan dan pemantulan merupakan alat bantu pendampingan yang efektif

Demikian perbedaan antara Fogging dan Mirroring .

sesi 1

April 21, 2010

Pada kesempatan ini saya akan memaparkan tentang posisi yang saya ketahui dalam proses pendampingan berbasis sekolah disesi satu ini serta pengalaman yang saya rasakan sebagai kekuatan dan kekurangan sebagai seorang pendamping adalah sbb:

Mengenai posisi,saya sekarang berada pada akan melakukan praktik-praktik yang berlandaskan penelitian dalam kursus ini dengan menggunakan satu computer untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa . Hal ini akan saya laksanakan bersama 5 guru dampingan di SDN 28 Tumampua II Pangkajene dan inilah yang dimaksud pendampingan berbasis sekolah menurut pendapat saya.

Tentang pengalaman sebagai pendamping saya uraikan hanya sekitar diobservasi awal dan workshop two they yaitu pada umumnya guru dampingan merasa ragu-ragu,takut,dan menolak dengan alasan tidak bisa mengoperasikan computer . Sehingga saya sebagai pendamping mengambil peran “Membangun kepercayaan dengan guru-guru dampingan” Adapun strategi yang saya terapkan dalam membangun kepercayaan para guru adalah sbb:

1. Datang kekelas guru tersebut.

2. Bertanya sebelum memberitahu.

3. Menjelaskan tujuan dan harapan kami sebagai pendamping.

4. Memperhatikan nuangsa yang kami sampaikan.

5. Berlatih menggunakan teknologi yang relevan dengan kegiatan pendampingan, seperti yang diperoleh diworkshop two they dengan 4 model pembelajan yang akan diadopsi untuk merancang pembelajaran dikelas pada pendampingan selanjutnya.

Kekuatan yang saya rasakan yaitu keinginan mengubah praktek mengajar guru dengan menggunakan ICT walau guru tersebut berada pada tipe mayoritas akhir dengan sejumlah kekhawatiran dibenaknya.Sedangkan kelemahan yang saya rasakan yaitu masalah waktu untuk pendampingan karena saya adalah guru kelas yang harus pul mengajar dikelas dan saya menghadapi siswa kelas VI yang akan ujian manalagi pelajaran tambahan diwaktu sore.Hal inilah semua yang menyita waktu saya untuk mendampingi guru untuk sesi-sesi selanjutnya.

Untuk melihat dalam bentuk mindmeister silahkan klik di sini: http://www.mindmeister.com/38796315/menjadi-pendamping

Kursus online di Solo

Januari 13, 2010

Kursus online ini sangat menarik dan merupakan suatu pengetahuan yang apkan baru yang akan kami terapkan pada guru guru dampingan di Sekolah.